Donor Darah 75 Kali: PDDI DKI Ajak Warga Jadikan Donor Sebagai Gaya Hidup

Jakarta — Dalam sebuah acara penghargaan yang menyentuh kalbu, PDDI DKI Jakarta menyerukan kepada masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Dorongan itu muncul setelah penghargaan diberikan kepada masyarakat yang telah mendonorkan darah sebanyak 75 kali dan lebih.

Menurut Ketua PDDI DKI Jakarta, Irjen Pol (Purn) Pudji Hartanto, M.M. tindakan donor darah berulang kali adalah bentuk nyata solidaritas dan tanggung-jawab sosial yang patut diapresiasi. Ia menekankan bahwa stok darah selalu dibutuhkan — bukan hanya pada situasi darurat — tetapi dalam aktivitas medis rutin yang tak pernah berhenti.

Untuk menjadikan donor darah lebih mudah diakses, PDDI DKI mendorong penyelenggaraan donor darah massal di berbagai lokasi strategis: kampus, pusat perbelanjaan, serta komunitas pemukiman. Strategi ini diharap bisa menjaring lebih banyak calon pendonor, termasuk generasi muda.

Langkah ini juga mendapat dukungan dari Palang Merah Indonesia (PMI) DKI. Dalam beberapa momentum, PMI bersama PDDI telah memberikan penghargaan kepada pendonor yang secara konsisten aktif mendonorkan darah — sebagai wujud apresiasi sekaligus kampanye kesadaran.

Manfaat donor darah rutin tak hanya dirasakan oleh penerima darah, tetapi juga pendonor. Proses regenerasi darah dianggap membantu menjaga kesehatan tubuh — asalkan dilakukan dengan benar dan berkala. Hal ini diperkuat dengan ajakan bagi masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai bagian dari pola hidup sehat bersama.

PDDI DKI meyakini bahwa bila donor darah dibudayakan secara luas, ketersediaan darah akan lebih stabil — penting untuk kebutuhan transfusi di rumah sakit, terutama di kota besar seperti Jakarta yang padat penduduk.

Ke depan, PDDI berencana memperluas jangkauan donor darah dengan menggandeng institusi pendidikan dan komunitas lokal. Harapannya, donor darah tidak berhenti di kalangan dewasa, tetapi juga merangkul remaja dan generasi muda agar semangat kemanusiaan tetap tumbuh.

Penghargaan bagi para pendonor setia — seperti mereka yang telah mencapai 75, bahkan lebih dari 125 kali donor — bukan sekadar simbol. Ini menjadi teladan nyata bahwa kontribusi individu bisa menyelamatkan banyak nyawa.

Dengan dorongan ini, PDDI DKI dan PMI berharap gerakan donor darah sukarela semakin mengakar di masyarakat — bukan sebagai kegiatan episodik, melainkan sebagai wujud solidaritas kolektif dan gaya hidup sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *